Kamis, 21 Juni 2018

Bermain Papan Tempel Bentuk

Wah serunya Ramadhan dan Lebaran kali ini. Kami sekeluarga berkesempatan lebaran di Samarinda alias ga boleh pulang mudik, hehe. Rasanya sepii sekali, ada beberapa tetangga yang datang, main sebentar, lalu sepi lagi. Akhirnya Ibu semangat membuat mainan untuk Qyara agar suasana rumah tetap hidup. Ibu membuat "Papan Tempel Bentuk". Papannya terbuat dari bahan sederhana yaitu kain, velcro, dan flanel. Qyara tetep suka mainnya. Qyara lebih suka menata dan melepaskan flanel aneka bentuk. Kemudian memberikannya pada Ibu, Ibu menjelaskan bentuk apa ini. Ibu menjelaskan dengan menarik dan lucu, sehingga Qyara tertawa terbahak-bahak. Satu hal yang mesti diingat, membuat mainan tak hanya sekedar merancang dan menjadikan bahan kerajinan menjadi mainan. Membersamai anak lebih utama dari itu. Membuat mainan buatan ibu, membersamai anak saat bermain, rasanya lebih dari sekedar bersama, it's Our Quality Time.
Deskripsi
1. Usia anak: 1 tahun 5 bulan
2. Nama kegiatan: Bermain Papan Tempel Bentuk
3. Alat dan bahan:
- mesin jahit/ jarum & benang jahit
- kain kanvas 75x50cm
- kain pink 75x50cm
- webbing untuk tali 2 x @20 cm
- velcro 4x@40cm
- gunting
4. Tujuan kegiatan: mengenalkan bentuk dan warna
5. Aspek belajar yang muncul :
a. Intellectual Curiousity
- Pengenalan Bentuk
- Pengenalan Warna
- Pengenalan sebab akibat (menempel-lepas)
b. Creative Imagination
- Mengenal pola/ susunan bentuk
- dapat mensortir bentuk dan warna
c. Art of Discovery and Invention
- merangkai pola warna dan bentuk sendiri
- membuat gambaran secara utuh suatu benda yang terdiri dari susunan bentuk tersebut, misal membuat pohon dengan memakai susunan persegi hijau dan oval coklat.
#challengeplaydatestory
#rumbelmainbu
#ibuprofesionalmalang

Kamis, 14 Juni 2018

#RamadhanKaliIniBeda2018

Ramadhan 2018 Kali Ini Beda

Bukan hanya sekedar hashtag, tapi benar-benar merasakan perbedaan langsung.

Ramadhan kedua di Tanah Rantau, full dari hari pertama Puasa sampai lebaran plus seminggu ga pulang ke Malang.

Biasanya...
bangun sahur, dibangunin Ibu, dulupun masih kuat bangun sendiri dan mbangunin suami.
Sekarang...
ada anak yang minta nyusu terus, jadi kepengen bobog. Kalau anaknya bangun, terpaksa masak dan makan sambil gendong. Huhuhu

Biasanya...
puasa, sabar aja, masih semangat tadarusan, semangat tarawih berjamaah.
Sekarang...
Emosian, ya ke anak ya ke suami, loyo tadarusan, ga semangat tarawih karena jauh dari masjid serta banyak kondisi yang ga memungkinkan. Akhirnya tarawih sendiri. Hmmm.

Biasanya..
Buka puasa, menu lengkap, tanpa mikir besok mau makan apa.
Sekarang...
Jadwal menu mingguan harus sudah ada sebelum ke pasar. Masaknya juga mesti 2 macam, untuk suami, dan anak. Kepikiran kalau harga sudah pada naik. Pernah saya shock karena harga bahan makanan di H-3 bisa naik 3 kali lipat. Saya pulang lemes. 😂 Nyiapin stok kemungkinan aja ada yang laper tengah malem. Dan endebre endebre.. Masak rutinitas penting tapi kadang menjemukan apalagi kalau percobaannya ga sukses. Huhuhu lagi.

Biasanya..
Deket banget ma tradisi, sering kumpul tetangga, ke pasar takjil, buber ma temen2
Sekarang..
Yaa buber sekarang beda, bawa urusan penting di dalam makanan, agak serius menantang gimana gitu. Alhamdulillah dapat satu kenangan buber citraland. 😘
Kangen berat ma tradisi ater-ater, megengan, bikin takjil buat dianter ke masjid, tadarusan. Suasana yang bikin kangen ya kumpul keluarga.

Hari pertama berbuka puasa. Menikmati teh hangat saja Aku Kangen Pada Ibuku.
Hari terakhir puasa. Memasak ketupat dan sayur labu, terasa nikmat. Dan semakin kangen dengan kampungQ..

Jadi begini ya.. rasanya ketika tidak mudik saat lebaran.
Sedihnya ketinggalan momen2 seru bareng orang tersayang terdekat.
Kangen hawa dan suasana ramadhan yang tak pernah berubah sampai saat ini.

Selalu ingat perkataan Hana kepada Tayo
"Tenang, yang pertama memang selalu sulit"
Jadi wajar saja kalau masih banyak kekurangan.
Gpp ini pengalaman berharga bagiku. Yang penting jangan lupa semangaaat!!!

Karena dari awal aku ingin tahu rasanya Lebaran di Rantau.
Ternyata lebaran ga mudik rasanya "ga enak!". Hahaha

Selamat Hari Raya Idulfitri
Semoga Amal Ibadah Kita diterima Allah SWT
Semoga bisa bertemu di ramadhan selanjutnya.
Mohon maaf lahir dan batin ya.

Dewi Rizal Qyara

Kamis, 07 Juni 2018

Aliran Rasa Semua Anak adalah Bintang

Semua anak adalah Bintang

Ya! Itu jargon utama di wallpaper saya sekarang. Serius. Kalau tidak ada mantra ini sepertinya saya sering kelepasan emosi dalam membersamai kakak.
Bisa jadi saat lelah selesai membersihkan rumah, dia menumpahkan air dan terpeleset. Sungguh ingin marah. Tapi selalu ingat lagi wallpaper di handphone saya.
"Anakmu adalah bintang, dia berharga, apakah benar jika kamu harus melukai hati Bintangmu?"

Tak hanya itu saja, mantra ini sebagai penanda "setiap anak adalah unik". Jadi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dia, Qyara menjadi anak unik kesayangan kami.

Kali ini tantangannya lebih ke curhat setiap hari. Dengan curhat setiap hari, saya menjadi tahu setiap detail Qyara. Dan kami tahu, suatu saat nanti Kakak sudah besar. Kami akan bilang, "You're Star, Qyara!"

#AliranRasa
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang

KuliahBunsay
SemuaAnakAdalahBintang

Dear Anakku yang berumur 5 tahun!!!

Dear anakku Qyara.. anak tercantik yang paling dekat denganku saat ini.. Dia adalah orang yang paling memahami saya sekarang. Saya adalah or...