Rabu, 03 Oktober 2018

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 11

Rangkuman Kel 10

✓ Makin "edan" dunia, harus makin siap kita membekali anak untuk menghadapinya?
? Bagaimana dengan murid mba rifia yg notabene lebih banyak di sekolah?
✓ karena sistemnya pengasuhan, hanya ada ustadzah, masih butuh usaha lebih untuk memperkenalkan perbedaan laki laki. Jelaskan sesuai nama dan fungsinya. Hindari penggunaan istilah lain yang membingungkan.
? Bagaimana dengan anak yg suka penasaran memegang kelamin teman?
✓ tetap tenang dan dampingi. Beritau fungsinya. Dan jelaskan itu adalah aurat yg hanya boleh dipegang oleh mereka sendiri.
? Apa 3,5 tahun sudah bisa dijelaskan perbedaan laki dan permpuan? Misal saat melihat adiknya dimandikan.
✓ lebih baik dijelaskan diawal, sebelum cukup besar dan sudah harus tau malu. Pr selanjutnya adalah menjelaskan tentang haid.
? Bagaimana bila ada lingkungan yg tidak memakaikan celana pada anak perempuannya yg menggunakan rok? Sehingga saat tersingkap terlihat celana dalamnya. Sudah mencoba membuat tulisan di fb, beliau sudah membaca tp belum ada perubahan.
✓ bisa diingatkan langsung ke anaknya. Karena anak lebih mudah untuk diingatkan. Bisa juga langsung memberikan hadiah berupa celana. Berikan contoh positif penggunaan celana. Tentu bincang bincang dengan orang tuanya tetap perlu diusahakan.
? Pemerkosaan tidak melihat pakaian korban. Bagaimana tanggapannya?
✓ faktor pemicu kejadian juga karena psikis pelaku. Pelaku yg memang memiliki orientasi seksual berbeda bisa menjadi pemicu. Namun berpakaian sopan bisa meminimalisir
✓Kalau pakaian bukan lagi jd pelindung, kadang terjadi memang karena ada kesempatan. Hindari tempat sepi dan berjalan sendirian. Bekali diri dengan kemampuan bela diri.
✓ karena sebagian besar pelaku adalah korban kekerasan seksual itu sendiri.

Media Edukasinya berupa video berikut linknya.

https://youtu.be/XNVfRNcdmdA

lalu contoh dongeng untuk anak-anak agar tidak takut bilang tidak sesuai buku cerita anak.

#tantangan10hari
#gamelevel11
#fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 10

*_Kelompok 9_* _Bunda  Sayang 3_
_Mr. Jatsela_

*MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK*
*"Tubuhku Amat Berharga"*

*Apa itu “FITRAH SEKSUALITAS??”*
Menurut ust. Harry Santosa, pakar pendidikan berbasis fitrah, *Fitrah seksualitas* adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya. Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan,  sementara fitrah keperempuanan akan berrkembang menjadi fitrah kebundanan.

*Seberapa penting “Fitrah Seksualitas di bangkitkan”??*
*Sangat penting*
♻ Agar anak mengenal identitas seksualnya
♻ Agar anak mengenal anggota tubuhnya dan bisa merawatnya dengan baik
♻ Agar anak mengenal perannya sesuai gender, tumbuh sebagai laki-laki sejati dan perempuan sejati. Yang buahnya memiliki adab mulia terhadap pasangan dan anak keturunan
♻ Agar tumbuh rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri
♻ Agar terhindar dari penyimpangan seksualitas
♻ Agar terhindar dari orang yang berniat jahat dan berlaku tidak sopan terhadap tubuh anak

*Apa Tantangan-Tantangan dalam menumbuhkan Fitrah Seksualitas kini? “*
📌 Pola asuh orangtua yang kurang tepat dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak
📌 Anggapan tabu pembicaraan seputar seksualitas
📌 Maraknya kasus penyimpangan dan pelecehan seksual

📌 Tayangan/Media sosial yang menyajikan konten yang tidak pantas

Familiarkah bunda dengan fenomena ini????
👉🏻 Selebgram/youtuber laki-laki yg suka berperan menjadi wanita atau sebaliknya. Kontennya dianggap lucu,  followernya banyak dan diidolakan

👉🏻 tayangan/bacaan games yg tidak mendidik bahkan cenderung mengarah ke pornografi dll

🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Belum lagi...
Banyak masyarakat, bahkan orangtua sendiri tanpa sadar melakukan suatu tindakan/Kebiasaan/candaan yang menjurus pada pelecehan seksual karena alasan gemas, bercanda, atau sekedar lucu-lucuan belaka, padahal tindakan lucu ini sebenarnya tidak pantas dan bisa menjurus pada pelecehan seksual.

*contoh-contoh sikap yang lucu, tetapi tidak pantas dilakukan:*
❎Spank atau memukul bokong
Anak yang masih memakai popok dan berjalan tertatih seringkali menjadi momen yang menggemaskan bagi orangtua. Sikap gemas ini seringkali dieskpresikan dengan menepuk bokong anak. Yang ada di pikiran anak saat itu adalah merekam nilai bahwa ketika bokongnya ditepuk, orangtua tampak senang dan sambil tersenyum. Oleh karena itu anak akan membalasnya dengan tersenyum kembali. Sebaiknya Anda mengurangi sikap menepuk bokong ini, dan hentikan sama sekali seiring bertambahnya usia anak. Begitu juga dengan aksi goyang dangdut yang mengikuti tayangan televisi. Hindari mengikutsertakan anak dalam acara atau lomba-lomba jaged dangdut yang mengeksploitasi tubuh anak.
❎ Memeloroti celana
Memeloroti celana anak adalah perbuatan yang sama sekali tidak sopan, bahkan cenderung ke arah pelecehan. Kalau Anda menganggapnya sebagai candaan, percayalah, ini sama sekali bukan lelucon. Hentikan kebiasaan ini sesegera mungkin, sebagai bentuk kesopanan pada anak. Bagaimana oranglain dapat menghormati anak kalau orangtuanya sendiri tidak berlaku demikian?
❎ Bugil di depan kamera
Banyak orangtua yang gemar mengunggah foto anak-anaknya di.media sosial. Bahkan, tanpa disadari ada orangtua yang mengunggah foto anak yang sedang mandi, berpakaian kurang pantas, rok tersingkap, atau bahkan yang tanpa pakaian sama sekali. Foto-foto ini tentu saja dapat tersebar di dunia maya dan akhirnya dapat membahayakan anak. Satu hal lagi, apabila anak terbiasa difoto tanpa pakaian yang pantas, ketika besar nanti anak juga ada kemungkinan akan terbiasa untuk difoto tanpa pakaian.
❎ Mendandani anak tak sesuai dengan fitrah seksualnya
Ada kalanya orangtua berlaku iseng untuk mencoba alat kosmetik seperti lipstik atau pensil alis pada anak lelakinya yang masih balita. Terkadang juga tak sedikit yang mencoba mendandani anak laki-lakinya dengan pakaian perempuan seperti rok, pita, dan jilbab untuk sekedar lucu-lucuan. Begitu pula dengan anak perempuan yang iseng dipakaikan sarung dan kopiah hanya untuk bercandaan. Padahal momen seperti ini bila sering dilakukan dapat berpotensi mencederai fitrah seksualitas sang anak.

Berangkat dari tantangan dan fenomena tersebut beberapa *SOLUSI* yang dapat dilakukan adalah

🔖 *ORANGTUA HARUS SIAP BERUBAH*
Dalam mendidik anak sesuai fitrah seksualitas peran orangtua sangatlah besar,  salah satunya sebagai *Role Model* pertama untuk anak-anaknya,  maka wajib bagi orangtua untuk memberikan contoh yang baik dan mau senantiasa membekali diri dg ilmu-ilmu pengasuhan agar fitrah anak dapat tumbuh dg paripurna.

🔖  *MENGHINDARKAN ANAK DARI PENYIMPANGAN SEKSUAL*
Lakukan tindakan antisipasi  agar terhindar dari penyimpangan seksual

1. Membangun komunikasi yang produktif dengan anak.
2. Memberikan pendidikan seks sejak dini.
3. Mendampingi anak dalam memuaskan rasa ingin tahunya. Orang tua tidak tabu membicarakan tentang seksualitas, menjadi teman ngobrol yang nyaman dan tempat anak bertanya pertama kali.
4. Di fase phalic (3-5 tahun fase anak suka memegang alat kelamin), anak diajarkan mengenai organ reproduksi, fungsinya dan cara menjaga kebersihan. Mengalihkan kesenangan memegang alat kelamin dengan aktivitas motorik lain, berolahraga, menyalurkan jiwa seni, atau mengembangkan minatnya.
5. Orang tua dan orang terdekat tidak melakukan candaan yang bisa menciderai fitrah seksualitas anak.
6. Menjaga privasi anak di media sosial.
7. Mensortir tayangan/media informasi sesuai usia anak.
8. Mengajarkan anak area pribadinya dan cara melindungi diri sendiri.
9. Mendidik cara berpakaian yang baik.
10. Menanamkan rasa malu.
11. Mengajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua untuk menghindarkan anak dari pandangan yang tidak layak menurut usianya.
12. Memisahkan tempat tidur anak ketika mencapai usia 7 tahun.
13. Menjelaskan hakikat mahram.
14. Memberikan pemahaman tentang bagaimana sikap dan cara bergaul dengan lawan jenis dan sesama jenis yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
15. Mendidik menjaga pandangan mata.
16. Mengokohkan keimanan anak agar terbentuk kesadaran dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
17. Mengajarkan nilai-nilai agama.
18. Membangun rasa tanggung jawab dalam diri anak.
19. Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk terjadinya penyimpangan seksual.
20. Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahu pada orang tua (orang dewasa) apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan seksual.
21. Menanamkan jiwa kelelakian dan keperempuanan yang benar menurut Islam.

🔖 *MENGHINDARKAN ANAK DARI PELECEHAN SEKSUAL*
*Bekali anak agar terhindar dari pelecehan seksual dan gangguan orang asing, dengan cara:*
1. Pastikan anak selalu beraktivitas dengan pengawasan orangtua
2. Tegaskan bahwa anak tidak boleh bicara dan pergi dengan orang yang belum dikenal atau orang-orang yang dikenal, tanpa meminta izin dari orangtua. Bila orang tersebut memberi sesuatu, jangan menerima. Ingat! Orang dewasa yang berniat jahat selalu punya banyak cara untuk membujuk anak.
3. Ajarkan anak untuk berani berkata "tidak mau", terutama bila ada orang dewasa meminta tolong sesuatu yang membuat anak merasa tidak nyaman. Beri tahu kepada anak, orang yang berniat jahat suka mengarang cerita untuk membujuk anak agar menuruti kemauan orang tersebut.
4. Jelaskan kepada anak tentang tempat untuk mengadukan jika ada situasi yang membahayakan. Misalnya, ke petugas keamanan, polisi, atau guru di sekolah.
5. Bila orang dewasa itu memaksa, ajarkan anak untuk berteriak minta tolong, menggigit atau menendangnya. Tindakan ini bertujuan untuk menarik perhatian orang lain di sekitarnya.
6. Hati-hati jika anak menerima ancaman. Biasakan agar anak tetap memberi tahu orangtua tentang ancaman ini, tetapi juga waspada untuk mengantisipasinya kalau-kalau ancaman benar-benar terjadi.
7. Ajarkan Anak tentang *PANTS*, Atuan Untuk Anggota Tubuh
*P: Privates are private*
*A: Always remember your body belongs to you*
*N: No means no*
*T: Talks about secrets that upset you*
*S: Speak up, someone can help!*

*P: Privates are private*
Semua anggota tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah bagian pribadi. Bagian ini tidak boleh disentuh atau dilihat orang lain. Kamu boleh menyentuhnya hanya ketika selesai buang air kecil atau besar, dan saat mandi. Kamu harus menolak jika ada orang lain yang memintamu melihat atau menyentuh bagian yang tertutup pakaian dalam. Begitu pula sebaliknya, kamu Tidak boleh menyentuh atau melihat bagian ini pada tubuh orang lain.
Kadang-kadang, orangtua, dokter, atau perawat harus menyentuh bagian ini, tetapi mereka harus mengatakan alasannya, misalnya karena bagian ini harus diobati

*A: Always Remember Your Body Belongs to You*
Tubuhmu adalah milikmu. Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya, apalagi sampai membuatmu tidak nyaman. Jika ada orang lain yang memaksa ingin melihat atau menyentuk, kamu berhak mengatakan "TIDAK!". Ingatlah selalu bahwa orangtuamu akan mendengarkan apa pun yang kamu katakan dan membuatmu merasa takut. Jangan takut menceritakan kepada orangtuamu kalau ada orang lain yang memaksa melihat, memegang, atau melakukan sesuatu terhadap tubuhmu. Meskipun orang tersebut berpesan bahwa kamu tidak boleh mengatakan kepada orangtua, kamu harus tetap bercerita kepada orangtua. Tujuannya adalah untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

*N: No means no*
"TIDAK" artinya benar-benar tidak. Kamu harus menolak siapa pun yang menyentuh area pribadimu, walaupun dia adalah saudara atau orang-orang yang kamu sayangi. Kamulah yang mengendalikan tubuhmu sendiri. Perasaanmu pun harus dihargai.

*T: Talks about Secrets that Upset You*
Ceritakan rahasia yang membuatmu tidak nyaman. Ada dua jenis rahasia yang perlu kamu ketahui. Rahasia yang menyenangkan dan rahasia yang tidak menyenangkan. Rahasia yang menyenangkan itu misalnya pesta kejutan atau pemberian kado untuk orang lain. Rahasia yang tidak menyenangkan misalnya membuatu merasa cemas dan takut. Kamu harus menceritakan rahasia yang membuatmu takut kepada orangtuamu. Tujuannya agar kamu tidak ketakutan lagi.

*S: Speak Up, Someone can Help*
Setiap kali kamu merasa sedih atau takut, jangan ragu untuk menceritakannya kepada orang dewasa yang kamu percayai. Kamu bisa bercerita kepada orangtua, orangtua teman, atau guru. Mereka pasti akan siap membantu. Apa pun yang terjadi bukan kesalahanmu. Kamu tidak akan dimarahi atau dihukum karena menceritakannya.

*Sumber Referesi:*

Andika, Alya.2010.Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta: Galangpress

Hana.2017.Menjaga Fitrah Anak. http://riaupos.co/5348-opini-menjaga-fitrah-anak.html#.W60B4csxc0M (diakses 27 September 2018)

Junaedi, Didi.2016.Penyimpangan Seksual yang Dilarang Al-Qur'an.Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.

Madani,Yusuf.2003.Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam.Jakarta:Pustaka Zahra.

Nugaraha, Boyke Dian dan Wibisono, Sonia.2016.Adik Bayi Datang Darimana?.Jakarta:Penerbit Noura (PT.Mizan Publika).

Santosa, Harry.2017.Fitrah Based Education.Yayasan Cahaya Timur.

Suraji.2008.Pendidikan Seks bagi Anak.Yogyakarta: Pustaka Fahima.

Ulwan, Nashih.1981.Tarbiyat Al Awlad Fii Islam Jilid 1. Beirut, Darussalam.

Media Edukasinya berupa video lagu “ Jangan Takut Bilang Mama Papa” versi asli dan karaoke. Serta Buku Aktivitas untuk Anak.

_*Setiap Anak*_ adalah _*Anugerah*_,
Juga sebuah _*Amanah*_,
Terlahir dengan membawa _*Fitrah*_,
Yang harus _*selalu diasah*_.

_*Setiap Anak* itu *Istimewa*_,
_Tubuhnya sangat *berharga*_,
_Lebih *mulia* daripada harta_,
_Harus selalu *dijaga*, jangan sampai disia-sia_.

Jika dia _lelaki_ menjadi _*sosok yang kuat*_.
Jika dia _perempuan_ menjadi _*sosok yang lemah lembut*_.
Keduanya sama-sama *_hebat_* dan *_bermartabat_*.

_Mari bersama menjaganya dengan penuh asa dan cinta_ 💫 💝💞

#tantangan10hari
#gamelevel11
#fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 9

*💡MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK💡*

*💓💝SUDAHKAH KITA MENJAWAB PERTANYAAN ANAK DENGAN BENAR?💝💓*
🎉Presented by 🎉
🌸Kelompok 8 - Bunsay MrJatsela #3🌸

*Pengertian Fitrah Seksualitas*
💌Menurut ust Harry Santosa : bagaimana seseorang bersikap, berfikir dan bertindak sesuai dengan gendernya
💌Menurut Elly Risman : bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati

*Bagaimana Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?*
1⃣Kenali tahap usia
💫Usia 0-2 tahun (dekatkan dengan ibu)
💫Usia 2-4 tahun (dekatkan dengan kedua orang tua)
💫Usia 4-10 tahun (anak lelaki dekatkan dengan ayah, anak perempuan dengan ibu)
💫Usia 11-14 tahun (anak perempuan dekatkan dengan ayah, anak lelaki dekatkan dengan ibu)
💫Usia 14 tahun ke atas (fitrah seksualitas telah matang)
2⃣Pilih stimulant yang tepat
💫Fase oral (0-2 thn)💫
Pada usia ini anak merasakan nikmat saat menghisap putting susu ibu, maka stimulasi dengan memberikan teether atau mainan yang aman untuk dihisap, biarkan anak ketika menghisap jempol
💫Fase anal (2-4 thn)💫
Pada usia ini anak merasakan nikmat ketika mengeluarkan feses dari anus. Stimulasi dapat diberikan dengan mulai melatih toilet training
💫Fase phallic (4-7 thn)💫
Pada usia ini anak mulai memegang alat kelamin
💫Fase genital (8-12 thn)💫
ada usia ini anak mulai tertarik pada lawan jenis
3⃣Tanamkan ilmu agama
💫Masa Tamyiz (usia 7-10 thn)💫
◻Pada masa pra pubertas ini anak diajarkan tentang etika meminta izin masuk kamar
◻Memisahkan tempat tidur
◻Memandang sesuatu
◻Aurat dan cara menutupnya
◻Mahram
💫Masa murahaqah (usia 10-14 thn)💫
◻Dinamakan masa peralihan/pubertas)
◻Tanda-tanda baligh
◻Konsekuensi baligh (mukallaf)
◻Naluri dan pemenuhannya
◻Ketaatan pada Tuhan
◻Latih berpenghasilan (bagi laki-laki)
◻Latih tugas ibu (bagi perempuan)
💫Masa bulugh (usia 14-16 thn)💫
◻Disebut masa adolesen, anak diberi pemahaman tentang makna hubungan suami istri, konsekwensinya untuk wanita
◻Jika di usia ini ada yang sudah siap menikah berarti dijelaskan pula tentang etika dan adabnya
💫Masa pemuda💫
◻Bagi yang sudah mampu melaksanakan pernikahan maka pelajaran yang penting untuk diperhatikan adalah etika bersuci
◻Pahamkan hak kewajiban suami istri
◻Pahamkan kehidupan rumah tangga

*Tahap Pendidikan Seksualitas Pada Anak*
📝Tahap usia 1-5 tahun📝
▪Mengenalkan anggota tubuh secara detail
▪Gunakan istilah ilmiah untuk menyebutkan nama alat kelamin bukan nama rekaan atau ciptaan sendiri
📝Tahap usia 5-10 tahun📝
▪Tanggapi dengan santai, jangan terburu-buru menjawab
▪Gali dulu seberapa jauh pengetahuan anak tentang pertanyaan yang diajukan
▪Beri pertanyaan balik, supaya mengetahui maksud pertanyaan anak
▪Jangan berbohong dalam memberikan jawaban
▪Arahkan kepada jawaban yang sesuai dengan norma agama
📝Tahap usia 10-12 tahun📝
▪Pelan-pelan mengenalkan tentang haid dan mimpi basah, bahwa hal tersebut adalah efek dari pubertas dan merupakan suatu hal yang normal
▪Perlu juga menjelaskan tentang resiko yg ditimbullkan oleh aktivitas seksual bila dilakukan tidak sesuai aturanya (dalam konteks pernikahan), seperti resiko terkena infeksi menular seksual
▪Berikan pengertian yang jelas menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
▪Bisa menggunakan media edukasi

*Apa Pentingnya Membangkitkan Fitrah Seksualitas?*
➡Mengetahui identitas seksualitasnya (sebagai laki-laki atau sebagai perempuan)
➡Mengenali peran seksualitasnya (cara berbicara, cara berpakaian, cara berpikir, cara bertindak, peran menjadi ayah bunda sejati)
➡Mengajarkan cara melindungi diri (mencegah penyimpangan seksual dan pelecehan seksual)

*Tantangan yang Dihadapi di Era Milenial*
1⃣Gadget
Semakin mudahnya akses internet untuk anak-anak
2⃣LGBT
Semakin maraknya LGBT dan begitu banyak orang-orang LGBT yang tidak malu lagi menunjukkan identitasnya
3⃣Kurangnya Pendidikan Agama
Orang tua yang kurang menyadari bahwa pondasi utama dalam melindungi anak adalah ilmu agama
4⃣Krisis Identitas
Orang-orang yang mengalami krisis identitas sehingga nekat melakukan transgender
5⃣Pergaulan bebas
Remaja masa kini yang mengikuti trend dari luar yang tidak sesuai degan norma agama
6⃣Kurangnya Kontrol Masyarat
Masyarakat yang individualis sehingga terkesan cuek dengan lingkungan sekitar
7⃣Peraturan yang kurang  tegas
Pemerintah yang kurang tegas dalam membuat peraturan tentang UU pornografi, kekerasan anak, dan lainnya
8⃣Genderisasi permainan
Saat ini banyak orang tua yang terlalu pemilih untuk memberikan permainan anak, anak perempuan harus main masak-masakan, anak laki-laki harus main mobil-mobilan, padahal tidak ada gender pada permainan, semua boleh dimainkan. Genderisasi permainan yang terlalu berlebihan mampu menimbulkan dampak antara lain :
Bagi anak laki-laki, kelak akan anti dengan pekerjaan perempuan, dan bagi anak perempuan akan anti dengan pekerjaan laki-laki, kurang mandiri, dan bergantung sepenuhnya

*Referensi*
Fitrah Based Education, Ust Harry Santosa
www.endangprasdianti.blogspot.com
www.shonavitrilia.wordpress.com
www.muslimah.or.id
www.ayahbunda.co.id

🎊Kelompok 8 🎊
1. Aminatuz Z.
2. Dewi R. N
3. Merisa A. P
4. Nita Dwi K. S
5. Ratna Dwi K. R
6. Siti Zainab

Media Edukasi Kelompok 8

🗂📽📷💡🗂
Nama : Komik Edukatif
Judul : Anti Panik Tanya Jawab Seks dengan Anak
Isi :
Komik berisi berbagai dialog ringan yang sering diutarakan oleh anak, namun pada kenyataannya sulit sekali untuk dijawab. Hal bisa terjadi karena kita belum tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskan. Alih-alih berbohong, atau memarahi anak, hal itu menyebabkan anak bisa menutup diri dari kita.
Alangkah baiknya mengatakan jawaban yang tepat.
Singkat, padat, jelas, tuntas.
Jawaban yang sesuai, mudah dipahami anak dan menuntaskan rasa keingintahuan anak.
Berisi 8 komik strip yang berjudul antara lain :

1. Dada Besar
2. Burung
3. Kucing Kawin
4. Kok Berdiri
5. Haid
6. Mimpi Basah
7. Cinta
8. Disakiti

selanjutnya akan bisa dikembangkan lagi seiring banyak pertanyaan yang muncul.

Juga dilengkapi ide main alat peraga dan disertai cerita didalamnya.

Untuk membaca atau mendownload.
Ada di link ini

http://bit.ly/KomikEdukatifKelompok8MRJatsela

kami terbuka untuk kritik dan sarannya.
semoga bermanfaat dan menginspirasi.
selamat membaca.

📚📚📚📚📚

Resume diskusi:
🌞Mengenalkan anggota tubuh secara detail
🌞Gunakan istilah ilmiah untuk menyebutkan nama alat kelamin.
🌞Tanggapi dengan santai.
🌞Neri pertanyaan balik,
🌞Jangan berbohong dalam memberikan jawaban
🌞Arahkan kepada jawaban yang sesuai dengan norma agama
🌞Berikan pengertian yang jelas menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
🌞Bisa menggunakan media edukasi .

GENDERISASI PERMAINAN
Genderisasi permainan yang terlalu berlebihan mampu menimbulkan dampak antara lain :
Bagi anak laki-laki, kelak akan anti dengan pekerjaan perempuan, dan bagi anak perempuan akan anti dengan pekerjaan laki-laki, kurang mandiri, dan bergantung sepenuhnya.

Langkah yg tepat ketika memergoki anak melihat konten porno

1. Tetap jaga emosi...
2. Komunikasi
Tanyakan  beberapa hal berikut :
✅Sejak kapan mereka menonton konten porno,
✅Dengan siapa ia menonton, dan
✅Dari mana sumber konten porno tersebut.
3. Gali informasi tentang sebab akses tsb,
4. Informasikan tentang dampak buruknya dan batasi aksesnya.

Tentang pemisahan kamar tidur di usia 7-10tahun, jika belum memungkinkan ada beberapa cara.
1.jika sama2 perempuan/sama2 laki2 bisa 1 ranjang tapi dipisahkan selimutnya.
2. Jika kamarnya terbatas. Maka bisa diatur laki2 tidur diluar, perempuan tidur di dalam.
3. Menggunakan ranjang tingkat
4. Masih satu kamar (anak laki² dan perempuan) dengan syarat aurat keduanya tertutup, sehingga aman dari hal yg haram…

1. "Gunakan istilah ilmiah untuk menyebutkan nama alat kelamin bukan nama rekaan atau ciptaan sendiri", bagaimana jika sudah membuat "nama ciptaan sendiri" dan si anak sdh terbiasa dg nama itu,, apa hrs dilakukan oleh orang tua?
2. Utk statement ini "Jangan berbohong dalam memberikan jawaban", bisa diberikan contohnya? Misalnya gt.
1.  ✅ Perlu diluruskan dengan menginformasikan nama ilmiah, Semuanya dilakukan agar tidak jadi kebingungan di kedepannya.
mereka berhak tahu nama ilmiah tsbt.
2. Misalnya pertanyaan "Ibu kok g sholat ? Sudah tadi di kamar, kamu aja yg g tahu" padahal si ibu sedang menstruasi…
saat memberikan penjelasan jangan bohong. Bisa lihat dikomik ya.

bagaimana contoh kongkrit sehingga masyarakat tidak terkesan cuek dengan keadaan ini?
Pada setiap karnaval biasanya selalu ada pria yg berdandan ala wanita (bencong) dan kita biasanya merasa lucu dengan hal tersebut. jadi mulailah untuk menjadi agen perubahan, menolak dengan memberikan alasan yg kuat untuk tontonan banci-banci an yg bisa menimbulkan efek jangka panjang.
tapi masih ada beberapa masyarakat yang mengontrol hal tersebut dengan banyak penyuluhan mengenai seks bebas di sekolah. Namun yang bisa mengendalikan anak adalah orangtua. Dengan pendidikan di rumah yang tepat,

1. anak SMA putri yang telah merekam bagian dada dan alat kelaminnya untuk dikirimkan kepada kekasihnya. Apa yang harus dilakukan?
2. Remaja putri SMA ini memang  berasal dari keluarga _broken home_& ia tinggal dengan ibu dan ayah tirinya. Namun, hubungan mereka sangat kaku. Terlebih setelah kasus tersebut mencuat di sekolah. Apa yang harus dilakukan sang remaja agar memperoleh kepercayaan dari orang tua,?
✅Jika kondisinya seperti ini bisa jadi termasuk kasus berat yang perlu bantuan ahli psikolog atau bimbingan konseling.
✅masa2 remaja adalah masa pencarian jati diri, jadi mungkin ada masa itu kita melakukan kesalahan.
saran kami setelah sang gadis menemukan jati dirinya, mulai menata tujuan hidup dan kembali percaya diri, sang gadis bisa mengembalikan kepercayaan orang tuanya.
✅ pendekatan rohani, dengan do'a dari ortu, orang alim
✅ berkomunitas positif
✅ membangun kedekatan dg mengadakan family project dll

#tantangan10hari
#gamelevel11
#fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 8

Bismillahirrahmannirahim..

💝💝 Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak💝💝

Definisi Fitrah Seksualitas
Adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Kenapa disebut Fitrah?
Karena merupakan anugerah dari Allah SWT dan telah terinstall dalam diri manusia sejak ia dilahirkan.

Definisi Pendidikan Seks
Adalah pengenalan fungsi seks dan organ-organ seksual untuk menjamin kesehatan dan fungsi seks yang normal.

Tujuan Pengenalan Fitrah Seksualitas pada Anak
1. Agar seksualitas anak tumbuh sehat dan benar
2. Anak paham tentang alat vital dan cara merawatnya
3. Anak paham siapa saja yang boleh menyentuh alat vital
4. Anak dapat informasi dari sumber terpercaya yaitu orang tua
5. Anak menghargai diri sendiri
6. Seimbang emosional dan rasional
7. Persiapan masa puber
8. Anak paham peran dan kewajiban saat dewasa

Tujuan Pendidikan Seks
1.    Membantu anak mengetahui topik-topik biologis, seperti pertumbuhan, masa puber, kehamilan, dan menyusui.
2.    Mengembangkan sikap objektif dan penuh pengertian tentang seks
3.    Mempelajari organ reproduksi
4.    Mencegah perilaku seks yang tidak aman
5.    Mencegah penyerapan informasi yang tidak aman dan akurat
6.    Mendorong hubungan sosial yang baik antarlawan jenis.
7.    Membantu pemahaman tentang peran laki-laki dan perempuan dalam relasi suami-istri dan dalam pergaulan di masyarakat

Tahapan Fitrah Seksualitas pada Anak
⭐Usia 0 – 2 tahun : Anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada fase menyusui.
⭐Usia 3 – 6 tahun : Anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, juga mampu membedakan laki-laki dan perempuan. Dan anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
⭐Usia 7 – 10 tahun :  Anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, anak perempuan didekatkan dengan ibu. Agar anak memahami peran gender dan sosialnya.
⭐Usia 10 - 14 tahun : Anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Agar anak belajar memahami dan berempati langsung terhadap sosok pria dan wanita terdekatnya.
⭐Usia > 15 tahun : Anak sudah menjadi manusia dewasa dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Tahapan Perkembangan Seks pada Manusia
✨Usia 0 – 2 tahun : Fase Oral, yaitu bayi mendapatkan kenikmatan saat menyusui melalui puting ibunya dan cenderung menyukai memasukkan apapun ke mulutnya
✨Usia 2 – 4 tahun : Fase Anal, yaitu kesenangan seksual berada di daerah sekitar dubur atau anusnya. Rasa nikmat dirasakan melaui aktivitas yang menyangkut proses pembuangan
✨Usia 3 – 6 tahun : Fase Phallic, yaitu tahap dimana seorang anak yang sudah bisa mengidentifikasi kelaminnya. Anak mulai menunjukkan keinginan yang lebih besar terhadap perbedaan yang ada di antara laki-laki dan perempuan
✨Usia 6 – 10 tahun: Fase Talency yaitu tahap yang dicapai begitu anak memasuki usia remaja. Sering disebut juga dengan masa laten karena anak cenderung menekan seluruh keinginan erotisnya hinggga nanti mencapai usia pubertas. Pada tahap talency ketertarikan anak pada seksualitas biasanya akan dikalahkan dengan keingintahuannya yang lebih tinggi tentang hal-hal lain yang bersifat ilmiah dan sains. Namun demikian, ada juga anak-anak yang menunjukkan kenaikan rasa tertarik pada seks, yang ditandai dengan munculnya aktivitas rutin semacam masturbasi ataupun manipulasi genital. Anak akan merasakan nikmat ketika alat kelaminnya disentuh atau diraba. Pada masa ini anak pun mulai membandingkan alat kelamin miliknya dengan temannya yang lain. Pada masa ini anak mulai mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh. Namun orang tua atau pendidik sebaiknya mengalihkan perhatian anak ke hal lain untuk mencari sensasi yang lebih positif. Misalnya  dengan olah raga atau mengembangkan minat seninya.
✨Usia 10-15 : Fase Genital yaitu tahap akhir dari keseluruhan proses perkembangan seksual seorang anak. Masa ini menandai puncak perkembangan dan kematangan seksual anak dimana seluruh kesenangan seksual akan terpusat di daerah genetil atau kelamin.

Fitrah Seksualitas =X Pendidikan Seks, namun lebih dari itu,

Tujuan Utama Pendidikan Fitrah Seksualitas :   
1.     Anak mengerti identitas seksualnya. Anak bisa memahami dia itu laki-laki atau dia perempuan
2.     Anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Anak bisa menempatkan diri sesuai peran seksualitasnya, bagaimana ia berfikir, merasa, bersikap dan bertindak seperti laki-laki atau perempuan
3.     Mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual

Tugas Siapa?
Ayah sebagai pemberi suplai maskulinitas
Ibu sebagai pemberi suplai feminitas
Anak laki-laki membutuhkan 75% suplai maskulinitas, 25% suplai feminitas
Anak perempuan membutuhkan  75% suplai feminitas , 25% suplai  maskulinitas

Mengapa Ayah Bunda Perlu untuk Terjun Langsung dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
Figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai aqil baligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.

Ayah dan Bunda memiliki peran sama besarnya dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas anak. Karena anak yang tidak mendapatkan sosok ayah atau ibunya, maka akan memunculkan penyimpangan-penyimpangan seksual di kemudian hari.
gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dan sebagainya.

Hal yang penting :
-    Anak yang kehilangan sosok ayah atau ibunya, wajib mendapatkan sosok pengganti dari orang terdekatnya sampai aqil baligh.
-    Pengembangan Fitrah Seksualitas harus diimbangi dengan fitrah lainnya, seperti Fitrah Keimanan, Fitrah Bakat, Fitrah Belajar, dan Fitrah Perkembangan

Tantangan
1.Tantangan dalam keluarga:  peran orangtua yang lemah dalam mendidik anak.

2. Tantangan luar keluarga:
•    Dukungan kepada perilaku seksual menyimpang seperti LGBT
•    Budaya masyarakat berpakaian minim
•    Tontonan/bacaan/games yang tidak mendidik bahkan cenderung mengarah kepada pornografi.

Solusinya
☘Jalin kedekatan dengan anak sedari dini
☘Perkuat tujuan kita dalam pengasuhan anak
☘Tidak menganggap tabu komunikasi perihal seksual kepada anak
☘Bangun komunikasi produktif dengan anak
☘Tanamkan keimanan pada anak
☘Pilihkan lingkungan dan teman yang sehat untuk anak

Tips Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak
🍂Edukasi seksual sejak dini. Dengan penggunaaan kata-kata dan cara menyampaikannya dengan cara yang bisa diterima dan diingat oleh anak.
🍂Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan keharmonisan keluarga, dengan membangun suasana yang hangat dan nyaman, supaya anak-anak akan merasa aman dan bebas bicara.
🍂Jadilah sahabat anak
Orangtua harus bisa menjadi sahabat anak. Dengan demikian, anak merasa bebas bercerita apa saja dan kapan saja pada Anda. Memiliki orangtua yang akrab dan terbuka, anak akan merasa memiliki teman terbaik yang bisa membuat mereka tidak merasa sendiri.
🍂Gunakan istilah sebenarnya Ketika Anda mengajari anak, “Ini namanya hidung, yang ini kaki”, perkenalkan juga alat kelamin dengan istilah asli. Biasakan menyebut ‘penis’ untuk anak laki-laki dan ‘vagina’ untuk anak perempuan –tidak ada bedanya dengan menyebut organ tubuh lain. Pembiasaan menggunakan istilah asli adalah langkah pertama pendidikan seks anak. Ketika jika suatu waktu anak mengalami kejahatan seksual, ia bisa mengomunikasikannya dengan bahasa yang dipahami orang lain.
🍂Ajarkan konsep privasi Beritahu anak bahwa tidak semua orang boleh melihat, apalagi menyentuh alat kelaminnya. Ajarkan padanya siapa saja yang boleh, dan dalam situasi apa. Misalnya, boleh oleh dokter saat memeriksa, atau pengasuh saat memandikan. Anda pun harus mendukung anak dalam menjaga privasinya, misalnya dengan tidak menelanjangkan anak di tempat umum ketika berganti baju di pinggir kolam renang atau pantai, misalnya. Biasakan mengajak anak mengganti bajunya di ruang tertutup, meski untuk itu Anda mungkin akan lebih repot. Hindari pula mengunggah foto anak tanpa busana di situs jejaring sosial. Anda tidak pernah tahu akan adanya ancaman predator yang bergerilya di dunia maya.
🍂Bedakan jenis sentuhan Ajarkan pada anak mengenai sentuhan di tubuhnya. Ada tiga jenis sentuhan yang perlu anak ketahui:
1. Sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan dari orang lain menggunakan tangan yang dilakukan di bagian tubuh di atas bahu dan di bawah lutut, yang merupakan sentuhan karena kasih sayang, seperti membelai kepala dan mencubit pipi.
2. Sentuhan harus waspada, karena membingungkan untuk menilainya sebagai bermaksud sayang atau napsu, yang merupakan sentuhan di bawah bahu hingga atas lutut tubuh anak.
3. Sentuhan jelek dan terlarang, yaitu orang lain menyentuh bagian tubuh yang tertutup pakaian renang. Bila ada yang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak dan berkata tegas, misalnya dengan bilang, “Jangan begitu!”
🍂Hargai pendapat anak Saat anak tidak mau bersalaman dengan teman Anda yang baru dikenalnya, biarkan saja. Tidak perlu dibujuk terus-terusan, apalagi langsung dimarahi, agar ia berubah pikiran. Hargai kemampuan anak untuk bilang tidak. Kemampuan ini merupakan latihan, akan ada momen-momen di kemudian hari saat mereka harus berani berkata “Tidak!” –termasuk saat merasa terganggu jika ada yang menyentuhnya.
🍂Percaya naluri Anda Jika seseorang membuat Anda tidak nyaman, itu adalah alasan yang cukup untuk menjaga anak menjauhinya. Saat Anda merasa ragu saat akan menitipkan anak pada seseorang, bahkan pada teman Anda, jangan lakukan. Tak jarang naluri ibu memang bisa ‘mengendus’ sesuatu yang tidak benar, bukan?
🍂Pisahkah tidur Pisahkah tidur kakak dan adik terutama jika berbeda jenis kelamin. Semakin dini dilakukan, semakin baik. Saat tidur, tersingkapnya pakaian sangat mungkin terjadi, dan hal tersebut bisa menimbulkan hasrat seksual, sekalipun dengan saudara kandung.
🍂Wajib waspada Wajib waspada terhadap orang dewasa yang mencoba menghabiskan waktu hanya berdua dengan anak, bahkan jika orang tersebut Anda kenal. Menurut riset di Assosiasi Psikolog Amerika Serikat, 90% dari kasus pelecehan seksual yang terungkap, ternyata pelakunya merupakan orang yang dikenal korban. Bahkan, 30% di antaranya masih memiliki hubungan keluarga! Hanya 10% pelaku yang betul-betul orang asing bagi korban.

Kelompok 7 Bunsay #3 Mr Jatsela

🧕Alifah Nuru Fajarani
🧕Dewi Meitasari
🧕Evi Widyawati
🧕Hurin Insani
🧕Krisna Dwi Pangastuti
🧕Yulia Fitriani

Referensi :
Santosa, Harry, 2016. Fitrah Based Education, Bekasi: Yayasan Cahaya Mutiara Timur
https://majalahayah.com/fitrah-seksualitas/
http://www.pradikto.com/2016/10/pendidikan-seks-berdasarkan-usia.html
http://www.jejakpendidikan.com/2016/11/tujuan-pendidikan-seks.html
https://majalahayah.com/fitrah-seksualitas/
http://sayangianak.com/ini-cara-memberikan-pendidikan-seksual-pada-anak-sesuai-tahap-perkembangannya/
http://sayangianak.com/tips-mencegah-kejahatan-seksual-pada-anak/

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 7

*Kurikulum Pendidikan Seksualitas Dalam Al Qur’an dan Hadists*

🎉 presented by Kelompok 6 Bunsay Mr. Jatsela

Pelajaran dari Istri Imran
Maka tatkala isteri `Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” Qs.3:36

*Perbedaan Melaksanakan Aqiqah*
Anjuran Rasulullah SAW
َنْ يُعَقَّ عَنِ الغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ.
“Hendaklah melakukan aqiqah untuk bayi laki-laki dengan menyembelih dua ekor kambing yang memadai, dan aqiqah bayi perempuan dengan seekor kambing” H.R. Ahmad Abu Daud dan Tirmidzi[1]
Aqiqah merupakan suatu tradisi yang dilakukan untuk merayakan kelahiran atas bayi baik bayi perempuan ataupun bayi laki-laki.
Waktu aqiqah untuk anak perempuan sama dengan anak laki-laki yakni pada saat bayi berusia 7, 14 atau 21 hari setelah bayi dilahirkan

*Perbedaan Fiqih Sholat*
💡Bersuci
Suci dari Hadas dan Najis. Hadats ada yang mewajibkan wudlu dan ada pula yang mewajibkan mandi jinabat.
➡ Wajib Wudhu
+ Keluar kotoran dari anus dan/atau dari kelamin
+ Laki-laki keluar madzi
+ Wanita mengeluarkan wadzi
➡Wajib Mandi Jinabat
+ Keluar Mani
+ Keluar Darah Haid
+ Jima’
+ Nifas

💡Menutup Aurat
Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh laki-laki atau perempuan kepada orang lain
➡Aurat Dalam Pandangan
✅Aurat laki-laki dengan sesamanya
Yang termasuk aurat adalah diantara pusar dan lutut.       
“Tutupilah pahamu, sesungguhnya paha itu termasuk aurat. H.R. al-Bayhaqi.[2].
✅Aurat perempuan dengan sesamanya
Sama halnya dengan laki-laki, harus menutupi apa yang ada antara pusar dan lutut.  
✅Aurat perempuan dengan laki-laki yang bukan mahramnya
Auratnya adalah selain wajah, tangan, dan punggung kaki. Selain dari semua itu adalah aurat yang tidak halal untuk di lihat
➡Batasan Aurat
✅Batas Aurat Laki-laki
+ Tidak terlalu tipis dan ketat hingga tak menampakkan bentuk aurat
+ Menutup aurat antara pusar sampai 2 lutut
+ Pakaian tidak menyerupai perempuan
✅Batas Aurat Perempuan
+ Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
+ Hijab menutupi hingga dada
+ Pakaian tebal dan longgar hingga tidak menunjukkan kekuk tubuh
+ Tidak menyerupai laki-laki
+ Memakai kaos kaki atau stoking
➡Pendidikan seks untuk anak
✅0-2 Thn
+ Tidak mengumbar aurat anak di sembarang tempat.
+ Jaga aurat orang tua dari pandangan anak.
+ Tidak melakukan hubungan seksual di depan anak
✅2-7 Thn
+ Mengenalkan Anggota tubuh termasuk area vital
+ Menjelaskan bahwa aurat tidak boleh ditampakkan/disentuh orang lain
+ Mengenalkan rasa malu
✅7-10 Thn
+ Diajarkan etika meminta ijin untuk masuk ke kemar orang tua atau orang lain
+ Diajarkan etika melihat lawan jenis.
+ Dipisahkan tempat tidurnya
✅10-14 Thn
Dijauhkan dari segala hal yang mengarah kepada seks
✅14-16 Thn
Diajarkan tentang etika berhubungan badan, ketika ia sudah siap untuk menikah
✅> 16 Thn
Diajarkan tentang cara-cara menjaga kehormatan dan menahan diri ketika ia belum mampu menikah

💡Sholat
Perbedaan Laki-laki dan Wanita dalam Shalat
Ali bin Abi Thalib RA berkata : “Apabila wanita muslimah mengerjakan shalat, maka hendaklah duduk diatas lutut dan merapatkan pahanya”
Ibnu Umar RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan wanita muslimah untuk duduk bersilang kakinya dalam shalat.
   
*Hukum Berhias*
✅Diperbolehkan Memakai Pakaian Sutra Bagi Wanita
✅Tidak Diperbolehkan Memakai Wewangian yang Tercium Aroma oleh Orang Lain
✅Tidak Diperbolehkan Memakai Pakaian Tipis
Perintah untuk Berhijab Bagi Wanita
✅Dan beberarap syariat lainnya

*Hukum Birrul Walidain*
✅Tetap Berbakti Terhadap Orang Tua
✅Membantu Kehidupan Orang Tua
✅Bersilahturahmi dan Menjalin Komunikasi
✅Tidak Menyulitkan atau Menggantungkan Diri Pada Orang Tua
✅Melayani Orang Tua di Masa Renta

*Hukum Wasiat*
➡Dalam haji wada’ diantara kandungan khotbah yang disampaikan Rasulullah adalah:
“…Ingatlah, hendaklah kalian memberi wasiat kepada kaum wanita dengan kebaikan.”
➡Makna Hukum Wasiat :
+ Melarang lelaki bersifat tamak dan rakus terhadap istrinya, atau menjadi beban dan tanggungan bagi istrinya
+ Perempuan menyisakan setengah bagian dari harta warisan untuk saudaranya, secara tidak langsung membantu pembinaan masyarakat yang harmonis

*Referensi*
✅http://saifuddinasm.com/2012/09/29/02-pendidikan-seks-sejak-dini/
✅Ulwan, Abdullah Nashih. 2017. Tarbiyatul Aulad Fil Islam (Pendidikan Anak Dalam) Islam. Sukoharjo. Insan Kamil Solo
✅https://www.balqisaqiqah.com/syarat-dan-ketentuan-aqiqah-untuk-anak-perempuan-sesuai-syariat-islam/
https://dalamislam.com/hukum-islam/kewajiban-anak-perempuan-terhadap-orang-tua-setelah-menikah
✅Fiqih Wanita, 1998, Muhammad Uwaidah, Syaikh Kamil Muhammad, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Media Edukasi

🅰🅱🅰🅱🅰🅱🅰🅱

Media Edukasi : Knowledge Flash Card
Tema : Pendidikah Fitrah Seksulitas
Judul : Laki-laki dan Perempuan Saat Sholat
Usia anak : rentang usia 2 - 4 tahun sampai bisa membaca atau kurang dari 2 tahun jika sudah akrab dengan flash card kosakata Bahasa.

🎞🎞🎞🎞
Bahan : 1. Kertas berukuran A4 atau ukuran persegi 28x28
2. Kosakata dan gambar yang di cetak atau bisa juga tulis tangan. Ketentuannya bentuk huruf yang rapi dan konsisten. Ukuran huruf sesuai dengan usia perkembangan anak.
3. Plastik laminasi agar flash card kuat saat digunakan.

✍🏻✍🏻✍🏻🗣🗣🗣
Petunjuk mengajar:
1. Dilakukan saat anak dalam kondisi yang nyaman dan siap untuk belajar.
2. Dilakukan dengan singkat agar anak tidak bosan, sehingga beresiko membuat anak tidak mau bermain flash card lagi.
3.Memperhatikan penyusunan kosakata sesuai perkembangan anak.

4.Melakukan bounding dengan anak di awal hingga akhir permainan
5.Memberikan apresiasi di akhir permainan

🎯🎗🏅🎗🎯
Tujuan :
1. Mengenalkan tata cara sholat laki-laki dan perempuan.
2. Mengenalkan aurat.
3. Mengetahui jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
4. Mengenalkan bahasa

Rangkuman Materi

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
*Rangkuman diskusi*

_sesungguhnya pendidikan seksual bukanlah perkara tabu untuk diperbincangkan bahkan Islam telah mengaturnya dengan jelas. Mulai dari kelahiran terkait pelaksanaan aqidah, pelaksanaan kehidupan sehari-hari seputar taharah dan sholat pun juga pandangan seputar aurat baik laki-laki maupun perempuan, hingga hukum seputar waris.
Terkait pembatasan batasan aurat ini Islam telah membaginya ke dalam beberapa usia sehingga anak2 dr pra aqil baligh telah memahami konsep pendidikan seksual sederhana sesuai perkembangan akalnya, ketika baligh ia telah siap mengemban beban syariat dan dewasa ia siap menjalani peran fitrahnya sebagai orang tua.

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

#gamelevel11
#fitrahseksualitas
#kuliahbunsayiip
#tantangan10hari

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 6

Kelompol 5 tampil memukau dengan media edukasinya.

Media Edukasi

Konsep pengenalannya secara garis besar semacam ini :
Tahapannya dg mengenalkan
1. Bagian tubuh yg penting
2. Mengajarkan rasa malu, lebih baik lagi mengajarkan ttg konsep aurat
3. Mengajarkan & memotivasi anak untuk menjaga diri serta berani bersikap jk trjadi hal2 yg tidak diinginkan

Media Edukasi menggunakan permainan ular tangga yang ditempel printable keterangan untuk membedakan perbuatan baik dan buruk.

💐💐💐💐💐💐

Persoalan penumbuhan fitrah seksualitas dipengaruhi oleh beberapa hal:
1. Peran orangtua dengan menunjukkan secara tegas antara sikap dan peran seorang ayah dan seorang ibu.
2. Paradigma orangtua tentang deferensiasi gender dan kesetaraan gender.
3. Pemahaman orangtua dan guru terhadap perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
4. Pandangan masyarakat tentang urgensi stimulasi proses penumbuhan fitrah seksualitas pada anak.
5. Kebijakan pemerintah yang memperhatikan urgensi penumbuhan fitrah seksualitas pada anak.

#tantangan10hari
#level11
#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas

Sebuah Titel, Sebuah Pembeda

Saat bergelar Sarjana, publik menilai kita adalah orang yang baik, berpendidikan tinggi, pintar, bergaul dengan teman yang pintar juga.
Saat bergelar hanya tamat SD, orangpun kadang memandang rendah, kamu bisa apa?

Kalau pun harus memandang dengan titel yang kita dapatkan dengan edukasi formal seperti ini sebenarnya itu tak menjamin diri kita sesuai dengan penilaian orang.

Apa benar sarjana lebih baik kecerdasannya dari pada tamat SD saja?
Apa mereka lebih sopan?
Apa mereka lebih kaya?

Relatif.

Tapi berbeda dengan Titel yang saya baru dapatkan ini.
Titel Ibu.
Mendapatkan titel ini saja.. saya pun harus menukar kehidupan lajang dengan kehidupan menikah. Menukar indahnya kemandirian, dengan indahnya kecekatan. Menukar kebebasan dengan ikatan.
Titel ini beda. Tidak sembarangan.
Merawat titel ini juga beda daripada titel pendidikan yang bisa kita dapatkan 2-6 tahun saja. Ini lama lho. Sampai punya cicitpun kita masih belajar jadi Ibu.

Terutama Titel yang satu ini..
Ibu Profesional.
Serius.
Beda
Coba bedakan antara Ibu Profesional dengan Ibu Biasa.
Saat anaknya marah, dia ikut marah. Itu Ibu biasa.
Saat anak marah, ditenangkan dengan lembut. Itu Ibu Profesional
Saat suami anaknya protes, terlalu banyak online atau kegiatan, dia pun mulai senewen. Itu ibu biasa.
Saat suami anaknya protes, dia mulai membatasi diri dan ingat mana prioritasnya. Itu Ibu Profesional.
Dengan seabrek tugas domestik yang tak kunjung kelar, dia pusing harus apa. Itu Ibu Biasa.
Dengan seabrek tugas domestik, dia tetap saja produktif berkarya. Itu Ibu Profesional.

Emang ada Ibu Profesional?
Ada banyaaaak.
Bukan hanya ada di komunitas saja. Tokoh nyata juga sudah banyak tersebar di Indonesia.

Sedikitpun jika hatimu ingin niat ingsun belajar jadi Ibu, ridho ikhlas menerima kehidupan yang kamu tukar ini,  konsisten, ikuti, bergaul dengan orang yang baik.
Insyaallah. Bibit Ibu Profesional ada di diri kamu.

Gimana? Siap belajar? Siap konsisten?

#selfreminder

Selasa, 02 Oktober 2018

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 5

Materi yang disajikan oleh Kelompok 4 ini sangat menarik mulai dari tantangan terbesar saat membersamai anak, dijelaskan pula faktor pemicu adanya penyimpangan dari internal dan eksternal.
Media edukasinya juga bagus antara lain:
1. Printable untuk anak dalam mengenal tubuhnya
2. Video Musik tentang "Sentuhan Boleh dan Sentuhan Tidak Boleh"
3. Berbagai poster yang membuat kita sadar, untuk mengajarkan anak-anak sentuhan baik dan buruk, dan jangan lupa bilang ke orangtua kita saat kita mendapat kejahatan seksual.

Kesimpulan diskusi kita hari ini

Melindungi anak dari kejahatan seksual dimulai dari
1. Memberi nama anatomi tubuh yang jelas
2. Menanamkan aurot pada anak dan batasan yang boleh disentuh dan tidak
3. Perbanyak qualified time bersama anak sehingga anak lebih terbuka.
4. Dampingi anak saat nonton bersama
Tanggung jawab utama melindungi anak ada pada orang tuanya. Dan kehadiran ortu wajib sepanjang penumbuhan fitrah sd anak mencapai aqil baligh

🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁

*Menjadi Orang tua yang HADIR*...

_Hadir bukan sekedar ada_

Namun,

_Hadir itu memperhatikan, mendengarkan dengan sepenuh jiwa, setulus hati, BELAJAR dan bergerak_...

Setiap diri kita memiliki kesempatan yang sama untuk *Membuat Perubahan*

💢 Kejahatan Seksual
*STOP THE CYCLE, BREAK THE SILENCE and EMBRACE THE CHILD WITHIN*

🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁🌷🎁

#kuliahiipbunsay
#level11
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari

Ulasan Tentang Fitrah Seksualitas Hari 4

Review Mandiri 1 materi bagus dari internet.. berikut linknya..
 https://www.dakwatuna.com/2012/06/27/21327/pendidikan-seksual-untuk-anak-kenapa-tidak/amp/

Diawali dari perbandingan pendidikan seksualitas gaya barat dan Islam. Jelas sekali banyak perbedaannya. Inti dari pendidikan seks barat adalah setia pada pasangan, boleh melakukan seks bebas asal jangan sampai hamil atau lakukanlah dengan cara aman, kemudian dianjurkan menunda hubungan seks sampai dia benar-benar suka sama suka bukan menunda karena harus menikah dulu. Kesemua hal itu bertentangan dengan Islam. Islam mengajarkan banyak hal mengenai seksualitas. Ingat! bukan hanya tentang tidak melakukan hubungan suami istri. Justru lebih dari itu, minimal saja. Saat anak berusia 7-10 tahun, sudah waktunya untuk memisahkan kamar masing-masing, entah sesama jenis kelamin atau berbeda. Itu dikarenakan setiap anak agar memiliki privasi masing-masing. Dan menjaga rasa malu mereka. Kalau kamar terbatas pun. sesama jenis juga harus memisahkan selimutnya, 1 orang 1 selimut.
Kemudian mengenai mahram juga dijelaskan, bagaimana menjaga aurat kita agar tidak terlihat oleh mahram kita.
Manfaatnya juga banyak sekali. Ketika kita sudah memulai pendidikan seksualitas pada anak kita, anak kita akan mengerti untuk berhati-hati dalam bertindak. Anak bisa mengerti mengenai kemandirian, juga bertanggung jawab atas diri masing-masing.

#tantangan10hari
#bunsayiip
#fitrahseksualitas
#gamelevel11

Dear Anakku yang berumur 5 tahun!!!

Dear anakku Qyara.. anak tercantik yang paling dekat denganku saat ini.. Dia adalah orang yang paling memahami saya sekarang. Saya adalah or...