Sabtu, 21 Juli 2018

Aliran Rasa Cerdas Finansial

Menjadi keluarga yang cerdas finansial memang diawali dulu dari kesadaran diri masing-masing. Ayah dan Ibu juga mesti memiliki kontrol terhadap keuangannya. Lebih dari itu, anak akan mengikuti dan belajar dari kita tentang finansial.
Saat melakukan tantangan ini, lumayan berat, karena bertepatan dengan liburan ke Malang. Jadwal mulai terganggu karena aktivitas yang padat. Alhamdulillahnya bisa terkejar saat sudah di Samarinda. Alhamdulillah banyak referensi yang bisa diambil hikmahnya. Alhamdulillah menemukan buku dan cara-cara mengatur keuangan. Semoga bisa memberikan semangat dalam menggapai kebebasan finansial.

oiya satu lagi. tetap ingat. bukan hanya materi yang dicari. Namun kemuliaan yang dicari. seperti jargon IIP ya..
Rejeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari.

#AliranRasa
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 14 Juli 2018

Ingin Anak Cerdas Finansial, Ini Bukunya!!!

Halo, semua!
Saya ingin berbagi kebahagiaan nih.
Saya sering sekali ke gramedia exhibition yang ada di berbagai mall. Seringnya ketemu di SCP atau di Big Mall samarinda. Kalau di Malang, jodohnya malah di MOG lantai atas, kalau di matos dan sarinah belum ketemu hehe.
Apa yang saya cari? Buku-buku murah. Demi kewarasan pikiran Ibu, dan agar pikiran Ibu tetap jalan ya, saya hunting buku-buku untuk dibaca. Dan alhamdulillah sekali. Tadi saya ketemu buku yang cocok sekali untuk mengajarkan anak tentang cerdas finansial sejak dini usia 7 tahun keatas.
Judulnya adalah
"My Money : Irit bukan Pelit"
karya Anisa Widiyarti
Ini gambar bukunya.






Saya sedikit cerita tentang bukunya. Buku tersebut berisi cerita tentang tokoh anak bernama Nanda. Nanda mulai belajar tentang mengenal uang. Kemudian Ibu Nanda mengajarkan cara mengelola uang saku. Selain itu apa lagii?
Cara tentang menghemat uang saku tapi tidak terlalu irit? Ada, sangat jelas dan detail
Cara belajar perhitungan dasar sisa uang jajan?
Ada, dijelaskan dengan detail namun tetap ringan untuk anak
Cara menjelaskan bahwa uang sulit didapatkan? Ada, ditulis dengan apik beserta komiknya.
Cara mendapatkan uang dengan berjualan?
Lengkap, ditambah cerita perjuangan Nanda yang berjualan.
Serta juga banyak nasehat dan kiat-kiat agar Nanda tetap rajin menabung dan tidak menghamburkan uang.
Kelebihan buku ini adalah ilustrasinya baguuus sekali dan full color 70 halaman.
Dan Alhamdulillah harga cuma 10.000.
Sebuah buku bagus dengan harga murah.
Jadi buku ini benar-benar saya rekomendasikan ya.
Selamat mencari buku ini di Gramedia Exhibition terdekat yaa..
#RekomendasiIbuDewi
#BukuAnak
#Edutivity
#AnakCerdasFinansial

Day 10 Anak Cerdas Finansial

Dari semua bentuk dan metode keuangan yang ada. Intinya hanya satu. Kita harus yakin sepenuh hati bahwa "Rejeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari".
Siapa yang masih tak percaya kalau rejeki datang dari mana saja?
Rejeki juga bukan materi saja, hidup tenang damai, kebahagiaan anak, senyum anak, sebuah kesempatan yang orang lain tak punya itupun juga sebuah rejeki. Maka dari itu kita mesti selalu bersyukur kepada Allah.
Kemuliaan harus dicari. Yup itu benar. Cara-cara kita mendapat rejeki pun harus dengan cara yang baik. Bukan dengan perbuatan tercela, merampas hak orang lain dan menyalahi aturan yang ada. Kemuliaan yang menjadikan rejeki yang ada menjadi baik atau buruk, halal atau haram.
Jadi saya pun juga harus mengajarkan anak saya untuk selalu ingat mengenai semboyan itu. Insyaallah dengan didikan baik, hati ikhlas kami bisa mengajarinya. Aamiin.

#Hari10
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 9 Anak Cerdas Finansial

Yuk kakak belajar menabung yuuuk.
Sini ibu buatkan tabungan khusus untuk kakak. Bahannya sama seperti tabungan Ayah. Dari botol plastik bekas yang ukuran besar. Lalu Ibu beri nama kakak dari flanel dan dihias bunga cantik. Buatnya gampang. Cukup gunting huruf, pola bunga, dan background tulisan. Warna flanelnya bebas, besarnya flanel juga cukup saja tak terlalu besar. Setelah dipotong flanelnya, kemudian tempel dengan menggunakan lem tembak. Tata sesuai keinginan. Khusus untuk bunga, untuk memberikan kesan berlekuk, bagian bawah bunga harus dijahit dulu, kemudian ditarik sehingga membentuk bunga. Kemudian lem dan jadi deh.



Ini versi sederhananya. Kalau mau full semua botol dihias boleh saja. Sesuai selera. Selamat berkreasi dengan anak-anak, Mom!
#Hari9
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 13 Juli 2018

Day 8 Anak Cerdas Finansial

Bicara mengenai tabungan kembali.
Apa yang sudah anda lakukan untuk masa depan anak Anda?
Apa saja usaha Anda untuk mengamankan uang anak?

Saya pun juga belajar bagaimana cara mengelola dan mengamankan keuangan keluarga. Salah satunya dengan menabung. Saya memisahkan rekening tabungan dengan rekening sehari-hari. Namun kurangnya rekening tabungan ini masih belum terpisah antara tabungan saya dengan Qyara. Sebenarnya cukup sulit membuka tabungan atas nama anak sendiri karena dia belum cukup umur. Ya ada sih di bank lain, namun saya masih mengutamakan bank syariah. Jadi tak apa sementara uang kita barengan nak, hehe.
Rencana nanti uang Qyara saya jadikan reksadana atau saham. Ataupun produk yang lain seperti asuransi pendidikan, atau deposito. Ah banyak sekali macamnya. Saya perlu belajar lagi agar berani berinvestasi. Demi masa depan anak-anak kita. Kita harus berani dan pintar yaa..

#Hari8
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 7 Anak Cerdas Finansial

Tabungan.
Mulailah kami bicara tentang tabungan.
Kira-kira apa saja yang sudah kami lakukan mengenai tabung-menabung yaaaa?
Ini salah satunya



Kami mengumpulkan uang koin dalam beberapa wadah antara lain
1. Ada koin 500 dan 1000 rupiah dalam toples plastik kosong dari yupi strawberry kiss yang Ayah habiskan sendiri. Hahaha.
2. Ada kaleng hampers dari ulang tahun anak temennya Ayah. Kami isi dengan uang lembaran 2000 dan 1000 rupiah
3. Ada botol kecil bekas minuman kopi isinya uang 100 rupiah.
4. Ada juga toples kecil plastik bekas selai itu isinya macam-macam ada uang lembaran dan bukan rupiah. Ada juga kombinasi uang koin 200 dan 100 rupiah.
Itu mungkin cara kami menabung. Tapi lebih tepatnya menyisihkan uang kecil yang nominalnya di bawah 5000 rupiah.
Fungsinya. kami belum tahu. mungkin nanti bisa amalkan ke orang membutuhkan. atau mungkin bisa jadi uang terakhir kami. Kami hanya senang mengisi tabungan itu. Tidak membuat berserakan uang-uang koin itu. Karena uang koin juga uang berharga. Satu juta kalau kurang 100 rupiah juga tak jadi satu juta. Jadi kita harus tetap menjaga nilai uang itu. Karena itu berharga.
#Hari7
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 6 Anak Cerdas Finansial

Keinginan vs Kebutuhan

Sesuai kaidah yang diberikan Teh Patra di Buku Keluarga Muslim Cerdas Finansial. Untuk kebutuhan anak kita harus segera memenuhinya. Agar anak tidak merasa terzholimi. Kebutuhan anak itu misalnya buku pelajaran, buku tulis baru, semua yang untuk kebutuhannya. Kita wajib memenuhinya.
Sedangkan untuk keinginan. Anak diharuskan untuk berusaha ekstra untuk mendapatkannya. Misalnya anak ingin permen. Kita harus memacu anak untuk bertugas lebih agar keinginannya terpenuhi. Untuk mendapatkan yang diinginkan perlu usaha dan kesabaran. Namun usaha yang merupakan tanggung jawab seperti merapikan mainan, membersihkan piring kotor sisa makanannya itu tak boleh menjadi usaha yang diberi reward. Karena itu menjadi tanggung jawabnya. Lebih baik diberi tugas yang berbeda seperti membantu pekerjaan ibu, menginput data, membantu berjualan dan lainnya.

Alhamdulillah, dalam masa ini Qyara belum mengerti antara keinginan dan kebutuhan. Hampir semua masih dicukupi. Namun beberapa hal jika dia rewel, saya wajib memberi pengertian kenapa boleh kenapa tak boleh. Itu menjadi suatu pelajaran untuknya. Suatu saat nanti akan banyak drama mengenai keinginan dan kebutuhan ya. Persiapkan diri sebaik mungkin. Semangat Ibu ibu...

Bicara mengenai pengunaan uang. Salah satu cara untuk memasukkan uang pada pos-pos tertentu adalah transfer. Saya agak kebingungan jika melihat nilai saldo bank terlalu besar. Saya takut itu melenakan saya untuk gampang mengeluarkan uang. Karena uang masih banyak, mau beli apa ajaa hayuk. Pikiran itu yang harus dihilangkan. Cara saya adalah memindahkan uang ke bank yang berbeda. Transfer disini juga memudahkan saya untuk transaksi antar bank. Transfer ini biasanya lebih saya gunakan untuk mengisi tabungan, uang arisan, donasi ke orang tua, porsi kebutuhan belanja dan dana darurat. Jadi tetap aman dan on track belanjanya.

Begitu kak.. apakah nanti di jamanmu sudah besar transfer mungkin sudah lebih canggih yaa? tapi ini konsep dari Ibu. Monggo diadopsi kalau sesuai ya kak..

#Hari6
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 5 Anak Cerdas Finansial

Bicara mengenai pengunaan uang. Salah satu cara untuk memasukkan uang pada pos-pos tertentu adalah transfer. Saya agak kebingungan jika melihat nilai saldo bank terlalu besar. Saya takut itu melenakan saya untuk gampang mengeluarkan uang. Karena uang masih banyak, mau beli apa ajaa hayuk. Pikiran itu yang harus dihilangkan. Cara saya adalah memindahkan uang ke bank yang berbeda. Transfer disini juga memudahkan saya untuk transaksi antar bank. Transfer ini biasanya lebih saya gunakan untuk mengisi tabungan, uang arisan, donasi ke orang tua, porsi kebutuhan belanja dan dana darurat. Jadi tetap aman dan on track belanjanya.

Begitu kak.. apakah nanti di jamanmu sudah besar transfer mungkin sudah lebih canggih yaa? tapi ini konsep dari Ibu. Monggo diadopsi kalau sesuai ya kak..

#Hari5
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 4 Anak Cerdas Finansial

Cara menggunakan uang.
Salah satunya adalah berbelanja. Hmm itu hal paling disenangi kita berdua, saya dan suami. Kami jarang sekali menonton, bermain atau tamasya, seringnya ya belanja dan sightseeing/cuci mata lihat produk di toko. Jadi kami juga sudah hafal dengan gaya belanja masing-masing. Yuk simak baik-baik gaya belanja antara Ibu dan Ayah.

Gaya belanja Ayah
Ayah ini ternyata pandai sekali mengelola uang. Serius. Ayah lebih jago daripada Ibu. Ayah suka barang bermerk dan berkelas. Jadi untuk membeli barang yang Ayah suka, Ayah menabung sampai uangnya cukup memenuhi anggarannya. Ayah juga sering menggunakan sistem belanja banyak agar dapat harga yang murah, seperti sistem belanja di matahari, beli 2 gratis 1. Untuk barang yang agak mewah seperti jam. Ayah benar-benar menabung atau bahkan menanti-nanti kalau harga barang itu turun ketika 2 tahun berlalu. Lumayan kan, uang tabungan cukup saat harga barangnya turun. It's a good deal.
Ayah juga rela menjual barang yang dimiliki kalau dia menginginkan barang baru. Dengan catatan, barang yang Ayah punya selalu limited edition dan dirawat dengan baik. Sehingga nilai barang yang dijual tetap terjaga dan kualitas masih baik. Lumayan kan sebagai tambahan uang membeli produk baru.
Oiya satu lagi. Ayah pandai sekali dalam menawar barang. Untuk membeli barang, dia juga punya nilai tawar yang bagus. Dia punya kredibilitas sebagai pembeli yang jujur dan dipercaya. Sehingga walau tak memiliki uang banyak, tapi dia bisa memberi kesan bahwa aku yakin bisa membeli produk seharga itu. Sehingga penjual yakin merelakan produknya untuk Ayah.
Itulah pintarnya Ayah.

Gaya Belanja Ibu
Ibu berbeda dengan Ayah. Ibu juga tidak terlalu suka barang mewah dan bermerek. Ibu sederhana walau kadang tetap cemas jika tak punya baju baru. Ibu sering belanja online di shopee. Itu dikarenakan harganya lebih murah dan tidak perlu repot jika belanja. Ibu juga suka mengumpulkan poin belanja, karena dengan itu bisa menurunkan harga produk. Ibu belanja menggunakan anggaran. Jadi benar-benar pandai untuk berhemat. Ibu menganut prinsip ekonomi yang kurang lebih berbunyi seperti ini "Untuk mendapatkan harga yang ekonomis, perlu usaha yang maksimal juga." Jadi memang mesti rela ke pasar dan memasak untuk menekan biaya konsumsi daripada makan di luar. Tapi makan di luar juga ada anggarannya kok, jadi tetap bisa makan di luar. Kita harus adil juga. *padahal itu keringanan saat ibu malas masak di rumah hehe.
Walau sering fokus dalam penghematan, Ibu juga tetap memperhatikan kualitas barang saat membeli. Saat membeli barang, yang diutamakan adalah Fungsi Barang. Kalau belum dibutuhkan, jangan beli dulu. Lihat bahan barang tersebut, diharapkan barangnya bagus, tidak apa jika mahal sedikit, tapi lebih awet. Untuk teknologi, Ibu sebisa mungkin mengambil teknologi yang baru. Karena semakin lama teknologi sering sekali ketinggalan jaman. Ibu juga menganut beli banyak biar harganya murah. Jadi ibu memperhatikan tempat dia membeli. Biasanya kalau Ibu mendapati selisih harga yang jauh, cuap-cuapnya bisa seharian. Hehehe.

Itulah sepenggal kisah gaya belanja kami berdua.
Untuk kakak, kakak suka gaya mana? Boleh gaya kombinasi kita berdua kok. Atau kakak punya gaya belanja tersendiri. Hehe.
Iya Qyara sukanya kalau di supermarket, nata-nata barang, lebih suka memindahkan barang ke bukan tempatnya. Itu bikin Ayah dan Ibu kewalahan karena tidak mau diajak pulang.

#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 3 Anak Cerdas Finansial

Budgeting.. Kakak mau beli apa? Uangnya cukup tidak?

Sejak dini perlu juga ya diajarkan mengenal anggaran dana. Sehingga ketika sudah besar, mereka paham kalau ingin membeli sesuatu, ada porsinya dan ada uangnya. Kalau porsinya melebihi anggaran, sebaiknya jangan beli. Kalau belum ada uangnya, ya kita menabung saja dulu. Jadi porsi dana untuk kebutuhan lain tidak akan terganggu. Betul tidak bu? Ibu juga lagi semangat untuk tetap mematuhi anggaran, karena sering kali lewat.Hahaha.

Jujur, keuangan untuk Qyara, saya punya budget sendiri. Ada uang untuk tabungan pendidikan, uang untuk keperluan Qyara seperti baju atau popok, kemudian ada budget untuk mainan. Anggarannya tiap bulan. Jika ada dana yang tak digunakan dalam bulan itu, maka akan disimpan untuk tambahan budget bulan depan. Wes, semoga sistem finansial ini tetap berjalan baik. Semoga anakku diberi kecukupan oleh Allah SWT, aaamiiin.

#Hari3
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 2 Anak Cerdas Finansial

Cerdas mengelola uang jaman sekarang. Kita harus jeli dalam menyimpan uang juga. Jaman sekarang sudah canggih ya. Uang sekarang bisa dimasukan ke dalam ATM, atau money card seperti flash bca/e-money mandiri. Bahkan sekarang sudah ada fitur uang yang disimpan di berbagai aplikasi digital belanja misal go-pay, OVO, indomaret card dan lain-lain. Dengan fitur menarik seperti potongan harga, pengumpulan poin dan diskon merchant. Dengan kemudahan ini, di dompet jarang kalau bawa uang tunai. Kita mengambil seperlunya di ATM, selebihnya kita bertransaksi dengan kartu-kartu tersebut.
Makanya nak, kalau di dompet ketemu dengan kartu-kartu jangan dibuat mainan ya kak. Itu ada uangnya. Hehehehe..

#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Day 1 Anak Cerdas Finansial

Hari ini Qyara sedang di Malang. Kali ini diajak main dengan Mbah Uti. Main mengenal Uang. Ada uang koin, uang kertas. Main memasukkan dan mengeluarkan uang dari dompet. Ya Alhamdulillah bisa membuat Qyara anteng. Dan kami bisa menyisipkan konsep uang di Qyara. Karena tantangan kali ini kami berfokus ke pengenalan konsep rejeki. Semoga pas sampai selesai tantangan ini yaa

Ibu Profesional Level 8 Tantangan 10 Hari

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 11 Juli 2018

My Favorite "Amethyst" Doodle

"My Favorite"
Dari pertama mengenal "Amethyst" itu saat SD ketika membuka majalah terbitan australia, ada kalung berliontin batu opal ungu, cantiiik sekali. Saya melihat namanya Amethyst. Terdengar keren, unik dan utamanya itu warna favorit saya, ungu. Sampai kuliah pun dulu nama FB saya Dewi Amethyst, karena filosofinya bagus juga.
Sebuah batu warna ungu, cantik, berharga, kuat dan menarik. Berharapnya saya juga bisa menjadi seperti itu.
Tapi setelah memakai nama itu, saya pernah sakit dan diingatkan oleh nenek saya kalau kamu jangan keras kepala jadinya sakit. Ternyata menjadi batu yang keras kepala juga tak terlalu baik. Akhirnya nama FB saya kembali ke nama saya yang asli. Hahaha *mitoskeberatannama
Sampai sekarang kata Amethyst masih melekat di hati walau tak pernah digunakan lagi. Dan filosofinya, warnanya, kemilaunya dan ejaannya tetap jadi favorit saya. Oh iya.. baru sadar.. blog ini memakai nama Amethyst juga ya..
Metode:
- unplanned Doodle
- faux calligraphy
- bouncy calligraphy
Alat:
-Tombow dualpen brush ungu biru
-Miniso dualpen ungu biru jingga
-kertas A4
#Challenge3
#RumbelDoodleart
#IPMalangRayaJatimsel
#MyFavorite

Di atas versi aslinya

Kalau yang ini di edit dengan filter "negative", jadi lebih keren ya warnanya? hahaha..

Dear Anakku yang berumur 5 tahun!!!

Dear anakku Qyara.. anak tercantik yang paling dekat denganku saat ini.. Dia adalah orang yang paling memahami saya sekarang. Saya adalah or...