Bulan ramadhan, bulan puasa. Bulan untuk menahan diri dari emosi dan hawa nafsu. Tidak disarankan untuk jengkel apalagi marah-marah. Stok sabar sangat perlu diperbanyak terutama untuk Ibu yang momong anak seperti Qyara ini.
Siang ini, Qyara bermain sendiri di ruang televisi. Ibu menyiapkan menu berbuka puasa. Tiba-tiba dia mengangkat televisi hendak ia turunkan ke bawah. Tapi dia keberatan, televisinya mengenai kepalanya, dia menahan televisi dengan kepala. Ibu yang mengetahui langsung mendekat cepat, mematikan aliran listriknya dan mengambil televisi. Seketika Qyara menangis, ibu beristighfar terus. Jengkel ibu melihat Qyara seperti itu. Adaaa saja yang dimainkan, dia sudah diberitahu kalau hal itu berbahaya. Namun tetap saja dia tidak paham. Ibu marah dalam diam. Apa yang bisa Ibu lakukan kepada anak pertama kesayanganya. Kemudian ibu melihat wallpaper handphone
"Semua Anak adalah Bintang"
Emosi Ibu mulai mereda. Qyara pasti memiliki kelebihan dibalik tingkahnya yang aktif dan membuat hati berdebar.
Waktu buka puasa, setelah Qyara makan, dia langsung turun dan bermain. Kami jarang membelikan mainan untuk Qyara. Beberapa mainan Qyara sudah membuatnya bosan. Dia melihat sekitar dan apa saja yang dilihat dijadikan mainan. Galon digelindingkan, rak dipanjat, keranjang dijadikan kapal, sepatu "ditata ulang", benang obras ditumpuk, tisu disobek-sobek lalu dibuat menjadi salju. Sudah berapa ide ya itu?
Qyara kreatif ya..
Jadi kalau sebagai pengasuh utama ini tidak sabar melihat kreatifnya anak. Mungkin Qyara tak bisa berkembang lebih pesat lagi ya.
Sehat-sehat ya nak, doakan Ibu selalu sabar. Aaamiin.
#Hari2
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#SemuaAnakAdalahBintang
KuliahBunsay
SemuaAnakAdalahBintang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar