Cara menggunakan uang.
Salah satunya adalah berbelanja. Hmm itu hal paling disenangi kita berdua, saya dan suami. Kami jarang sekali menonton, bermain atau tamasya, seringnya ya belanja dan sightseeing/cuci mata lihat produk di toko. Jadi kami juga sudah hafal dengan gaya belanja masing-masing. Yuk simak baik-baik gaya belanja antara Ibu dan Ayah.
Gaya belanja Ayah
Ayah ini ternyata pandai sekali mengelola uang. Serius. Ayah lebih jago daripada Ibu. Ayah suka barang bermerk dan berkelas. Jadi untuk membeli barang yang Ayah suka, Ayah menabung sampai uangnya cukup memenuhi anggarannya. Ayah juga sering menggunakan sistem belanja banyak agar dapat harga yang murah, seperti sistem belanja di matahari, beli 2 gratis 1. Untuk barang yang agak mewah seperti jam. Ayah benar-benar menabung atau bahkan menanti-nanti kalau harga barang itu turun ketika 2 tahun berlalu. Lumayan kan, uang tabungan cukup saat harga barangnya turun. It's a good deal.
Ayah juga rela menjual barang yang dimiliki kalau dia menginginkan barang baru. Dengan catatan, barang yang Ayah punya selalu limited edition dan dirawat dengan baik. Sehingga nilai barang yang dijual tetap terjaga dan kualitas masih baik. Lumayan kan sebagai tambahan uang membeli produk baru.
Oiya satu lagi. Ayah pandai sekali dalam menawar barang. Untuk membeli barang, dia juga punya nilai tawar yang bagus. Dia punya kredibilitas sebagai pembeli yang jujur dan dipercaya. Sehingga walau tak memiliki uang banyak, tapi dia bisa memberi kesan bahwa aku yakin bisa membeli produk seharga itu. Sehingga penjual yakin merelakan produknya untuk Ayah.
Itulah pintarnya Ayah.
Gaya Belanja Ibu
Ibu berbeda dengan Ayah. Ibu juga tidak terlalu suka barang mewah dan bermerek. Ibu sederhana walau kadang tetap cemas jika tak punya baju baru. Ibu sering belanja online di shopee. Itu dikarenakan harganya lebih murah dan tidak perlu repot jika belanja. Ibu juga suka mengumpulkan poin belanja, karena dengan itu bisa menurunkan harga produk. Ibu belanja menggunakan anggaran. Jadi benar-benar pandai untuk berhemat. Ibu menganut prinsip ekonomi yang kurang lebih berbunyi seperti ini "Untuk mendapatkan harga yang ekonomis, perlu usaha yang maksimal juga." Jadi memang mesti rela ke pasar dan memasak untuk menekan biaya konsumsi daripada makan di luar. Tapi makan di luar juga ada anggarannya kok, jadi tetap bisa makan di luar. Kita harus adil juga. *padahal itu keringanan saat ibu malas masak di rumah hehe.
Walau sering fokus dalam penghematan, Ibu juga tetap memperhatikan kualitas barang saat membeli. Saat membeli barang, yang diutamakan adalah Fungsi Barang. Kalau belum dibutuhkan, jangan beli dulu. Lihat bahan barang tersebut, diharapkan barangnya bagus, tidak apa jika mahal sedikit, tapi lebih awet. Untuk teknologi, Ibu sebisa mungkin mengambil teknologi yang baru. Karena semakin lama teknologi sering sekali ketinggalan jaman. Ibu juga menganut beli banyak biar harganya murah. Jadi ibu memperhatikan tempat dia membeli. Biasanya kalau Ibu mendapati selisih harga yang jauh, cuap-cuapnya bisa seharian. Hehehe.
Itulah sepenggal kisah gaya belanja kami berdua.
Untuk kakak, kakak suka gaya mana? Boleh gaya kombinasi kita berdua kok. Atau kakak punya gaya belanja tersendiri. Hehe.
Iya Qyara sukanya kalau di supermarket, nata-nata barang, lebih suka memindahkan barang ke bukan tempatnya. Itu bikin Ayah dan Ibu kewalahan karena tidak mau diajak pulang.
#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar