Cerita sedikit dengan Kapsul waktu saya.
Saya memilih jarak waktu 17 tahun. Dimana saat itu umur saya 45 tahun. Suami sudah punya cita2 ingin pensiun dini, jadi saya juga jadi bersiap2 manakala suami sudah pensiun, kira-kira pencapaian saya sudah sejauh mana?
Saya memakai tabung vitamin panjang sebagai media kapsul waktu saya. Memanfaatkan yang ada saja, mudah, tutupnya rapat, kecil, bisa diselipkan dimana saja. Hanya dihias dengan cover dari kertas. Sudah jadi deh. Hahaha.
Pesannya juga saya print haha. Entah ya.. sekarang ketika ingin merenung, saya tulis di note dulu. Karena tulis tangan agak sulit sekarang. Jadi pesan saya print saya tanda tangani biar sah. Hehe
Lalu kapsul waktu saya, saya simpan dengan barang berharga saya. Kapsul waktu sama berharganya. Itu sebuah warisan.
Refleksinya
"Membuat kapsul waktu adalah cara seru untuk memandang optimis masa depan." Rasanya seperti itu perasaan saat membuat kapsul waktu.
Ketika poin-poin yang ditulis tentang peran, kekuatan, dan bakat, rasanya dunia ini akan indah, sukses nantinyaa. Bagus itu optimis.
Tapi kita tak akan pernah tahu, apa yang akan terjadi sebelum sukses itu datang.
Apa kita baik2 saja? Serahkan saja pada Sang Pemberi Hidup. 😄
#KapsulWaktu
#KampungKomunitasIbuProfesional
#Maret2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar